. .

SISTEM INFORMASI - ANALISIS SISTEM INFORMASI

Posted by CHRISTIANTO D,WIBOWO | D3MI-2016 STMIK BUMI GORA On Sabtu, Oktober 29, 2016 No comments

Penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan.
Tahap analisis dilakukan setelah tahap perencanaan sistem dan sebelum tahap desain sistem. Tahap ini merupakan tahap yang kritis dan sangat penting, karena kesalahan dalam tahap ini menyebabkan kesalahan pada tahap selanjutnya.
Misalnya anda dihadapkan pada suatu sistem untuk menentukan seberapa jauh sistem tersebut telah mencapai sasarannya. Jika sistem mempunyai beberapa kelemahan, anda harus dapat menemukannya.
Tugas ini yang disebut sebagai analisis sistem. 
  • Tugas utama dari menganalisis sistem meliputi : 
  • Menentukan lingkup sistem
  • Mengumpulkan fakta
  • Menganalisis fakta
  • Mengkomunikasikan temuan-temuan tersebut melalui laporan analisis sistem 
Fakta merupakan bagian dari informasi yang menunjukkan realita, situasi dan relasi yang menjamin analisis dan pemodelan. Jadi hasil akhir dari tahap analisis di sini adalah sebuah dokumen yang menjelaskan mengenai spesifikasi persyaratan sistem informasi atau SRS (System Requirement Specification).
Definisi Analisis Sistem 
Kegiatan analisis sistem adalah kegiatan untuk melihat sistem yang sudah berjalan, melihat bagian mana yang bagus dan tidak bagus, dan kemudian mendokumentasikan kebutuhan yang akan dipenuhi dalam sistem yang baru. Hal tersebut terlihat sederhana, namun sebenarnya tidak. Banyak hambatan yang akan ditemui dalam proses tersebut. Pada banyak proyek sistem informasi, proses analisis dan desain sering kali berjalan bersama-sama. Jadi selama kegiatan analisis, kegiatan desain juga dilakukan. Hal ini dilakukan karena pada banyak kasus, user sering kesulitan untuk mendefinisikan kebutuhan mereka. Jadi mereka akan lebih mudah mendefinisikan kebutuhan, jika mereka telah melihat gambar rancangan sistem yang baru, khususnya rancangan antarmuka.

Oleh karena itu, sering kali batasan mengenai bagian mana yang dianggap sebagai analisis dan bagian mana yang dianggap sebagai desain banyak terjadi perbedaan. Misalnya ada yang mengatakan bahwa use case, analysis class, dan sequence diagram merupakan bagian dari analisis. Namun ada juga pihak lain yang menyatakan bahwa use case dan sequence diagram merupakan bagian dari desain, dan analysis class tidak ada karena sudah ada design class.

Pada kesempatan ini akan dibahas bagaimana metode pengumpulan data dan bagaimana mendokumentasikannya. Sedangkan usecase, class diagram, dan sequence diagram dianggap merupakan bagian dari desain sistem dan akan dibahas pada bab yang terkait dengan UML

Perlunya Analisis Sistem 
Fase analisis sistem memberikan pemahaman tentang sistem yang sudah ada dan menemukan peluang untuk pengembangan sistem menjadi lebih baik serta memenuhi kebutuhan bisnis. Karena itu fase ini menjadi acuan penting dalam proyek pengembangan sistem informasi. 
Pendekatan analisis sistem yang populer adalah analisis terstruktur, teknik informasi (information engineering), dan analisis berorientasi objek. Analisis terstruktur fokus pada aliran data melalui proses-proses bisnis dan perangkat lunak. Dikenal pula dengan nama analisis process-centered. Para analis sistem menggambar serangkaian model proses yang disebut diagram aliran data (data flow diagram) yang mengilustrasikan proses-proses yang ada dan/atau yang diusulkan dalam sebuah sistem.

Analisis dengan teknik informasi fokus pada struktur data tersimpan dalam sebuah sistem, karena itu disebut analisis data-centered. Model-model proses dalam teknik ini digambarkan dengan diagram aliran data yang disebut hubungan entitas (entity relationship).
Analisis berorientasi objek menghilangkan pemisahan artifisial data dan proses, sebaliknya data dan proses yang membuat membaca memperbarui dan menghapus data itu diintegrasikan ke dalam konstruksi yang disebut objek. Unified model language (UML) adalah standar pemodelan yang
menyediakan model-model objek.

Tahapan Analisis Sistem 
Analisis sistem dikendalikan oleh kepedulian bisnis para pemilik sistem dan pengguna sistem. Para analis sistem berperan sebagai fasilitator antara pemilik dan pengguna sistem.
Tahapan analisis sistem digambarkan pada gambar di bawah ini:
Penetapan Ruang Lingkup
Fase ini memiliki tugas :
  • Mengidentifikasi Masalah Awal yang ada pada sistem saat ini, seperti seberapa urgensi, tingkat visibilitas, berapa keuntungan yang akan diperoleh dari pemecahan masalah, prioritas dan penetapan solusi untuk memecahkan masalah.
  • Menegosiasikan ruang lingkup untuk proyek pengembangan sistem.
  • Menilai kelayakan proyek, seperti contoh di bawah ini :
  • Mengembangkan jadual dan anggaran awal.
  • Mengkomunikasikan rencana proyek.
Analisis Masalah
Selalu ada sistem saat  ini atau yang sudah ada, fase ini menyediakan analisis dengan pemahaman, kesempatan atau perintah lebih dalam yang memicu proyek.
Fase ini memiliki tugas : 
  • Memahami bidang masalah. Tim analis mencoba mempelajari sistem saat ini. Pemilik dan pengguna sistem memiliki persepsi berbeda tentang sistem yang ada, studi yang dilakukan dengan baik dapat mengungkap kepentingan semua pihak.
  • Menganalisis masalah-masalah dan kesempatan-kesempatan. Meski sudah dilakukan di fase sebelumnya, tetapi masalah-masalah awal tersebut hanya gejala, bukan masalah yang dipahami oleh pengguna sistem. Analisis masalah adalah keterampilan yang sulit dikuasai, tiap masalah dianalisis penyebab dan akibatnya.
  • Menganalisis proses-proses bisnis. Dikenal juga sebagai desain ulang proses bisnis. Tim analis akan memeriksa setiap proses bisnis dengan lebih rinci untuk mengukur nilai yang akan ditambahkan atau dikurangi.
  • Menentukan tujuan-tujuan perbaikan sistem. Tim analis menentukan kriteria di mana semua perbaikan pada sistem akan diukur dan mengidentifikasi batasan yang membatasi fleksibilitas semua perbaikan tersebut. Kriteria sukses diukur dengan tujuan, setiap tujuan mewakili usaha. Contoh analisis sebab akibat dan penentuan tujuan perbaikan sistem adalah di bawah ini :
  • Memperbarui rencana proyek.
  • Mengkomunikasikan penemuan-penemuan dan rekomendasi.

Analisis Persyaratan
Hal fatal setelah fase analisis masalah adalah mulai melihat berbagai solusi alternatif, khususnya solusi teknis. Salah satu kesalahan yang kerap terjadi di dalam sistem informasi terbaru ditunjukkan dalam pernyataan „memastikan sistem bekerja dan secara teknis mengesankan‟. Ini sebaiknya mengenai „apa‟dan bukan „bagaimana‟. Yang harus dipikirkan adalah apa yang sungguhsungguh dibutuhkan dan diinginkan oleh pengguna dari sistem yang baru. Sistem yang baru akan selalu dievaluasi apakah memenuhi atau tidak memenuhi sasaran dan kebutuhan bisnis, karena itu fase ini tidak dapat diabaikan.
Tugas-tugas yang terdapat pada fase ini adalah : 
  • Mengidentifikasi dan menyatakan kebutuhan / persyaratan bisnis. Tugas ini menerjemahkan sasaran-sasaran kedalam functional requirement. Functional requirement adalah deskripsi mengenai aktivitas dan layanan yang harus diberikan / disediakan oleh sistem.  
  • Membuat prioritas persyaratan sistem. Tidak semua persyaratan dibuat sama, karena tingkatan kebutuhannya berbeda, karena itu pemilik dan pengguna sistem harus membuat prioritas persyaratan. 
  • Memperbarui atau memperhalus rencana proyek. Ruang lingkup adalah sebuah target yang berubah. Setelah mengidentifikasi persyaratan bisnis, kita harus mundur dan menetapkan kembali pemahaman kita mengenai ruang lingkup proyek dan memperbarui rencana proyek kita untuk melakukan penyesuaian. 
  • Mengkomunikasikan pernyataan kebutuhan / persyaratan. Komunikasi adalah sebuah tugas fase analisis persyaratan yang berlangsung terus – menerus. Kita harus mengkomunikasikan persyaratan dan prioritas kepada komunitas bisnis melalui fase ini. 
Desain Lojik
Pada fase ini kita menggambarkan berbagai model sistem untuk  mendokumentasikan persyaratan untuk sistem baru dan sistem yang ditingkatkan.
Analisis Keputusan
Dengan adanya persyaratan bisnis, maka kita dapat menekankan bagaimana  sistem baru dapat diimplementasikan dengan teknologi. Di fase ini kita mengenali kandidat solusi, menganalisa kandidat solusi dan merekomendasi sebuah sistem yang akan dirancang, dibangun dan diimplementasikan. Contoh analisis keputusan adalah di bawah ini :
Karakteristik
Perangkat lunak yang diperlukan untuk mendesain dan membangun kandidat solusi.
Kandidat 1
  • MS Visual 
  • C ++ dan
  • MS Access
Kandidat 2
  • MS Visual
  • Basic 5.0,
  • System Architect 3.1, 
  • Internet Explorer
Kandidat 3
  • MS Visual
  • Basic 7.0,
  • System Architect 4.1,
  • Internet Explore   
Kandidat --- dst
  • -----
  • -----
  • -----
Jenis Kebutuhan 
Kebutuhan (requirement) yang dikumpulkan dengan menggunakan wawancara, observasi, kuisioner, atau gabungan dari ketiga hal tersebut dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori sebagai berikut (tidak semua kebutuhan ini harus ada).
  • Functional requirement. Kebutuhan yang terkait dengan fungsi produk, misalnya sistem informasi harus mampu mencetak laporan, sistem informasi harus mampu menampilkan grafik, dan lain-lain.  
  • Development requirement. Kebutuhan yang terkait tools untuk pengembangan sistem informasi baik perangkat keras maupun perangkat lunak, misalnya sistem informasi dikembangkan dengan menggunakan alat bantu Eclipse untuk pengembangan dan Jude Community untuk pemodelan. 
  • Deployment requirement. Kebutuhan terkait dengan lingkungan di mana sistem informasi akan digunakan baik perangkat lunak maupun perangkat keras. Contoh kebutuhan ini misalnya sistem informasi harus mampu berjalan pada server dengan spesifikasi perangkat keras memory 1 GB, processor Pentium 4 2 GB, dan spesifikasi sistem operasi Ubuntu 7.4. 
  • Performance requirement. Kebutuhan yang terkait dengan ukuran kualitas maupun kuantitas, khususnya terkait dengan kecepatan, skalabilitas, dan kapasitas. Misalnya sistem informasi tersebut harus mampu diakses oleh minimal 1000 orang pada waktu yang bersamaan. 
  • Documentation requirement. Kebutuhan ini terkait dengan dokumen apa saja yang akan disertakan pada produk akhir. Dokumen yang biasanya dihasilkan pada tahap akhir pengembangan sistem informasi antara lain dokumen teknis (mulai dari dokumen perencanaan  proyek, analisis, desain, sampai pengujian), user manual, dan dokumen pelatihan. 
  • Support requirement. Kebutuhan yang terkait dukungan yang diberikan setelah sistem informasi digunakan. Dukungan teknis tersebut misalnya adanya pelatihan bagi calon pengguna. 
  • Miscellaneous requirement. Kebutuhan ini adalah kebutuhan- kebutuhan tambahan lainnya yang belum tercakup pada beberapa kategori kebutuhan yang telah terdefinisi di atas. 
Teknik Pengumpulan Data 
Hal pertama yang dilakukan dalam analisis sistem adalah melakukan pengumpulan data. Ada beberapa teknik pengumpulan data yang sering dilakukan yaitu sebagai berikut:

  • Teknik Wawancara
  • Teknik Observasi
  • Teknik Kuisioner

Teknik Wawancara
Pengumpulan data dengan menggunakan wawancara mempunyai beberapa keuntungan sebagai berikut:
  • Lebih mudah dalam menggali bagian sistem mana yang dianggap baik dan bagian mana yang dianggap kurang baik
  • Jika ada bagian tertentu yang menurut anda perlu untuk digali lebih dalam, anda dapat langsung menanyakan kepada narasumber
  • Dapat menggali kebutuhan user secara lebih bebas
  • User dapat mengungkapkan kebutuhannya secara lebih bebas. 
Selain mempunyai beberapa kelebihan tersebut, teknik wawancara juga mempunyai beberapa kelemahan. Berikut ini adalah beberapa kelemahan dari teknik wawancara: 
  • Wawancara akan sulit dilakukan jika narasumber kurang dapat mengungkapkan kebutuhannya 
  • Pertanyaan dapat menjadi tidak terarah, terlalu fokus pada hal-hal tertentu dan mengabaikan bagian lainnya. 
Berikut ini adalah beberapa panduan dalam melakukan kegiatan wawancara agar memperoleh data yang diharapkan :
  • Buatlah jadwal wawancara dengan narasumber dan beritahukan maksud dan tujuan wawancara 
  • Buatlah panduan wawancara yang akan anda jadikan arahan agar pertanyaan dapat fokus kepada hal-hal yang dibutuhkan. Panduan wawancara antara lain adalah :
    Yang Harus Dilakukan 
    Yang Harus Dihindari
    § Bersikap sopan
    § Melontarkan pertanyaan
    yang tidak perlu
    § Jadilah pendengar yang baik
    § Lebih banyak berbicara
    § Terkendali
    dibanding mendengarkan
    § Menyelidiki
    § Menggunakan kata-kata
    § Amati perangainya dan komunikasi nonverbalnya
    jargon dan kasar 
    § Sabar
    § Berdebat dengan partisipan
    § Menjaga sikap formal tapi
    § Mengkritik dan  menyindir
  • Gunakan pertanyaan yang jelas dan mudah dipahami. Hindari pertanyaan yang panjang dan kompleks. 
  • Wawancara umumnya terdiri dari tiga fase yaitu pembukaan, isi dan kesimpulan. Pembukaan bertujuan mempengaruhi atau memotivasi orang yang diwawancarai (narasumber) untuk berpartisipasi dan berkomunikasi dengan membangun lingkungan/suasana yang ideal. Isi adalah fase dimana pewawancara memberikan pertanyaan kemudian mendengarkan/mengamati dengan baik jawaban verbal maupun nonverbal dari partisipan. Kesimpulan merupakan tahap akhir dimana pewawancara menunjukkan penghargaan dan menyampaikan kesimpulan dari hasil wawancara. 
  • Cobalah untuk menggali mengenai kelebihan dan kekurangan sistem yang telah berjalan sebelumnya. 
  • Anda boleh berimprovisasi dengan mencoba menggali bagian-bagian tertentu yang menurut anda penting, misalnya melewati pertanyaanpertanyaan yang sudah dijawab di pertanyaan sebelumnya, atau dapat dihapus jika dianggap tidak relevan berdasarkan informasi yang sudah diketahui secara pasti selama wawancara. 
  • Catat hasil wawancara tersebut.
Teknik Observasi
Pengumpulan data dengan menggunakan observasi mempunyai keuntungan  yaitu :
  • Analis dapat melihat langsung bagaimana sistem lama berjalan
  • Mampu menghasilkan gambaran lebih baik jika dibanding dengan teknik lainnya.
Sedangkan kelemahan dengan menggunakan teknik observasi adalah : 
  • Membutuhkan waktu cukup lama karena jika observasi waktunya sangat terbatas maka gambaran sistem secara keseluruhan akan sulit untuk diperoleh 
  • Orang-orang yang sedang diamati biasanya perilakunya akan berbeda dengan perilaku sehari-hari (cenderung berusaha terlihat baik). Hal ini akan menyebabkan gambaran yang diperoleh selama observasi akan berbeda dengan perilaku sehari-hari 
  • Dapat mengganggu pekerjaan orang-orang pada bagian yang sedang diamati. 
Berikut ini adalah beberapa petunjuk untuk melakukan observasi : 
  • Tentukan hal-hal apa saja yang akan diobservasi agar kegiatan observasi menghasilkan sesuai dengan yang diharapkan 
  • Mintalah ijin kepada orang yang berwenang pada bagian yang akan diobservasi 
  • Berusaha sesedikit mungkin agar tidak menganggu pekerjaan orang lain 
  • Jika ada yang anda tidak mengerti, cobalah bertanya. Jangan membuat asumsi sendiri.
Teknik Kuisioner
Pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner mempunyai keuntungan  yaitu :
  • Hasilnya lebih objektif, karena kuisioner dapat dilakukan kepada  banyak orang sekaligus
  • Waktunya lebih singkat.
Sedangkan kelemahan pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner adalah sebagai berikut : 
  • Responden cenderung malas untuk mengisi kuisioner
  • Sulit untuk membuat pertanyaan yang singkat, jelas, dan mudah dipahami.
Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membuat teknik kuisioner menghasilkan data yang baik : 
  • Hindari pertanyaan isian, karena responden biasanya malas untuk menulis banyak, dan jika responden menuliskan sesuatu sering kali susah untuk dipahami. Contoh pertanyaan yang memudahkan responden adalah pilihan ganda. Pertanyaan pilihan ganda memudahkan anda untuk melakukan rekapitulasi data hasil kuisoner 
  • Buatlah pertanyaan yang tidak terlalu banyak
  • Buatlah pertanyaan yang singkat, padat, dan jelas. 
Di bawah ini adalah contoh-contoh pertanyaan di dalam kuisioner : 
(a) Penggunaan Aplikasi D3MI STMIK BUMI GORA
Apakah saat mengakses aplikasi D3MI STMIK BUMI GORA sering terjadi error ?
a. sering, contohnya : ..........................
b. kadang-kadang
c. pernah
(b) Penggunaan kertas
YA
TIDAK
TIDAK DIJAWAB



1. Apakah laporan dicetak di kertas ?
2. Apakah penggunaan carbon paper aman ?
3. Apakah kertas dibuang ketempat yang aman
Dst .........
Blok Pembangun Sistem Informasi 
Organisasi tidak hanya dilayani oleh satu sistem informasi, melainkan oleh beberapa sistem informasi yang masing-masing mendukung fungsi bisnis tertentu, dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Sistem informasi front-office mendukung fungsi bisnis yang mencapai konsumen, sedangkan sistem informasi back-office mendukung operasi bisnis internal dan berinteraksi dengan pemasok. Sistem informasi front dan back office mengalirkan data ke sistem informasi manajemen dan sistem pendukung keputusan yang menyokong kebutuhan bisnis manajemen. Sistem informasi

berinteraksi dengan pelanggan dan pemasok menggunakan aplikasi teknologi perdagangan elektronik (e-commerce), manajemen hubungan pelanggan (CRM), manajemen rantai persediaan (SCM) di internet.

Arsitektur sistem informasi berperan sebagai kerangka tingkat tinggi untuk memahami pandangan-pandangan yang berbeda mengenai blok pembangun dasar sebuah sistem informasi. Pandangan yang berbeda dikarenakan setiap komponen sistem melihat dari sisinya masing-masing, misalnya pengguna sistem fokus pada tujuan bisnis secara umum, para desainer fokus pada teknologi yang mungkin dapat digunakan sistem informasi untuk meraih tujuan bisnis, dan seterusnya. Gambar 3-5 menjelaskan mengenai blok pembangun dasar sistem informasi.

Blok-blok pembangun sistem informasi adalah (a) blok pembangun pengetahuan, (b) blok pembangun proses dan (c) blok pembangun komunikasi.

Blok Pembangun Pengetahuan, dapat dilihat pada gambar 3-5 sisi sebelah kiri, bertujuan mendapatkan dan menyimpan data bisnis dengan menggunakan teknologi basis data (seperti Access, SQL Server, Oracle). Setiap stakeholder memiliki pandangan berbeda mengenai pengetahuan. Pemilik sistem tidak tertarik pada data mentah melainkan pada informasi yang menambahkan pengetahuan bisnis baru dan membantu manajer mengambil keputusan cerdas yang sesuai dengan misi, tujuan, sasaran dan sisi kompetitif organisasi. Pengguna sistem memandang pengetahuan sebagai data yang dapat disimpan dalam dua bentuk, yaitu dalam kabinet file atau disimpan dalam file (basis data) komputer. Desainer sistem memandang pengetahuan sebagai struktur data, skema basis data, field, index dan contraint basis data. Sedangkan pembangun sistem memandang pengetahuan sebagai bahasa SQL dan teknologi DBMS.

Blok Pembangun Proses, dapat dilihat pada gambar 3-5 di bagian tengah,  mewakili kerja dalam sistem. Pada bagian bawah kolom proses adalah teknologi perangkat lunak yang dapat digunakan untuk mengotomatisasi proses-proses yang sudah ditentukan. Mari kita bahas pandangan para stakeholder mengenai proses. Pemilik sistem tertarik pada kelompok proses tingkat tinggi yang disebut fungsi bisnis. Fungsi bisnis adalah sekelompok proses yang berkaitan yang menyokong bisnis. Pengguna sistem tertarik pada pekerjaan yang harus dilakukan untuk menyediakan respon yang sesuai dengan kejadian bisnis, misalnya proses bisnis, process requirement,

kebijakan, prosedur dan aliran kerja (work flow). Proses bisnis adalah kegiatan yang merespon kejadian bisnis sedangkan process requirement adalah harapan pengguna terhadap sebuah proses bisnis dan sistem informasi.
Desainer sistem tertarik pada proses-proses apa yang dapat diotomatisasikan dan bagaimana caranya. Sedangkan pembangun sistem tertarik pada logika program yang akan mengimplementasikan otomatisasi proses, misalnya bahasa program aplikasi apa yang akan digunakan dan seterusnya.  Blok Pembangun Komunikasi, dapat dilihat pada gambar dibawah sisi sebelah kanan, dimana di bawah kolom komunikasi adalah teknologi antarmuka untuk mengimplementasikan antarmuka komunikasi.
Tujuan umum organisasi adalah memperbaiki komunikasi dan kolaborasi bisnis, perbaikan komunikasi umumnya diarahkan ke tujuan antarmuka yaitu menyediakan antarmuka yang efektif dan efisien bagi pengguna sistem. Mari kita lihat pandangan para stakeholder terhadap komunikasi. Pemilik tertarik pada siapa yang akan berinteraksi dengan sistem. Pengguna tertarik pada input dan/atau output sistem informasi. Desainer sistem tertarik pada desain teknik antarmuka antar sistem. Sedangkan pembangun sistem tertarik pada pembuatan, instalasi, pengujian dan implementasi antarmuka.
Dokumen Spesifikasi Kebutuhan Sistem
Analis sistem menggunakan berbagai alat untuk mendokumentaskan\penemuan mmereka pada saat menganalisis sistem. Dokumen tersebut dikenal sebagai dokumen spesifikasi kebutuhan sistem (System Requirement Specification / SRS).
1. PENDAHULUAN
 1.1 Tujuan
 1.2 Ruang Lingkup
 1.3 Definisi
 1.4 Referensi
 1.5 Sistematika

2. DESKRIPSI UMUM
 2.1 Perspektif
 2.2 Kegunaan
 2.3 Karakteristik Pengguna
 2.4 Batasan-batasan
 2.5 Asumsi dan Ketergantungan


3. SPESIFIKASI KEBUTUHAN
 3.1 Kebutuhan Fungsional
  3.1.1 Pendahuluan
  3.1.2 Input
  3.1.3 Proses
  3.1.4 Output
 3.2 Kebutuhan Antarmuka Eksternal
  3.2.1 Antarmuka Pengguna
  3.2.2 Antarmuka Perangkat Keras
  3.2.3 Antarmuka Perangkat Lunak
  3.2.4 Antarmuka Komunikasi
 3.3 Kebutuhan Performansi
 3.4 Kendala Disain
  3.4.1 Standard Compliance
  3.4.2 Perangkat Keras
 3.5 Atribut
  3.5.1 Keamanan Sistem
  3.5.2 Pemeliharaan
 3.6 Kebutuhan Lain
  3.6.1 Database
  3.6.2 Pengoperasian
  3.6.3 Penyesuaian Tempat 
Terimakasih pada sumber :

0 komentar:

Posting Komentar